Theory

Support & Resistance

Support dan Resistance (S&R) adalah konsep paling fundamental dalam analisis teknikal. Bayangkan pasar seperti sebuah ruangan: Support adalah Lantai, dan Resistance adalah Langit-langit (Plafon).

south Support (Lantai)

Area di mana tekanan beli cukup kuat untuk menghentikan penurunan harga lebih lanjut. Pada titik ini, permintaan (demand) melebihi penawaran (supply).

  • Harga cenderung memantul naik.
  • Area potensial untuk melakukan aksi BELI (Buy).

north Resistance (Plafon)

Area di mana tekanan jual cukup kuat untuk menghentikan kenaikan harga lebih lanjut. Pada titik ini, penawaran (supply) melebihi permintaan (demand).

  • Harga cenderung memantul turun.
  • Area potensial untuk melakukan aksi JUAL (Sell/Take Profit).

Visualisasi Candlestick Real-time

Perhatikan animasi candlestick di bawah ini. Saat harga menyentuh Resistance, muncul tekanan jual yang kuat (Candle Merah). Saat menyentuh Support, muncul tekanan beli (Candle Hijau).

Resistance (Plafon / Area Jual)
Support (Lantai / Area Beli)

Breakout & Role Reversal (Perubahan Peran)

Support dan Resistance bukanlah tembok yang abadi. Jika lantai sering digempur, akhirnya akan jebol (Breakdown). Jika plafon sering ditabrak, akhirnya akan tembus (Breakout).

Ketika level Resistance berhasil ditembus ke atas dengan kuat, level tersebut sering kali berubah fungsi menjadi Support baru (Role Reversal). Hal sebaliknya berlaku jika Support ditembus ke bawah.

Resistance Lama (Berhasil Ditembus)
Support Baru (Role Reversal)
Support Lama

psychology Mengapa Terjadi Pantulan?

Memory of the Market: Trader memiliki "ingatan" tentang titik harga di mana pasar sebelumnya berbalik arah. Jika suatu saham pernah mantul naik dari harga Rp 1.000, banyak trader akan memasang antrean beli di Rp 1.000 (menjadi self-fulfilling prophecy).

mood_bad Psikologi Saat Breakout

FOMO & Panic Cover: Ketika sebuah Resistance kuat akhirnya jebol (Breakout), trader yang tadinya berjualan (Short) akan panik dan buru-buru membeli kembali untuk cut-loss (Short Squeeze). Ditambah lagi, trader lain akan terkena FOMO ikut membeli, mendorong harga terbang semakin tinggi.